Showing posts with label Artists. Show all posts
Showing posts with label Artists. Show all posts

Monday, June 11, 2012

Jagoan Vektor dari Kota Rembang

Dannie Frankenstein | www.facebook.com/errrmnstr
Dibesarkan ditengah keluarga seniman, membuat Dannie Frankenstein mulai menyukai dunia seni sejak ia masih kecil. Berawal dari kecintaannya terhadap dunia seni itulah ia mulai menggeluti dunia desain grafis sebagai seorang Freelance Designer khususnya dibidang desain kaos. Walaupun menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, tak menghalanginya untuk sukses didunia desain. Berikut wawancara saya dengan Designer sekaligus Owner, Error Monster Clothing ini.
Silahkan perkenalkan dirimu kepada pembaca Dietees
Danny Indra Hermawan
27 Oktober 90' Rembang - Jateng
domisili di Rembang
pekerjaan Freelance Designer
pendidikan terakhir di S1 di STIE YPPI Rembang

Bisa jelaskan kenapa memilih pekerjaan sebagai Freelance Designer dan Illustrator?
Freelance designer ya? Sebenarnya saya udah tertarik lama sekali dengan pekerjaan sebagai seorang freelance designer tapi saya masih malu-malu jual design (belum pede) hehe. Tapi sebelumya sudah punya banyak stok desain, karena saya suka iseng buat desain untuk clothingan kecil saya sama temen yang namanya Error Monster Cloth. Karena banyak sekali desain yang nggak masuk di clothingan saya itu, akhirnya saya tampung di album facebook yang saya kasih nama "Work Art", eh taunya gak sengaja suatu hari ada yang nanya harga. Nah mulai saat itulah saya terus menggeluti pekerjaan tersebut.
Bisa jelaskan style gambar pribadimu?
Nah itu yang saya bingung, kadang style gambar saya simple, kadang ada pesenan tengkorak cenderung kasar dan garang gitu, dan kalau saya bisa ya saya kerjakan. Tapi kebnyakan ya design saya cenderung rapi dan tegas, karena pada dasarnya saya suka vector art.

Kenapa vector art?
Emmm, vector, karena saya sekali sama gambar-gambar yang bersifat tegas, line-nya rapi. Lalu kebanyakan klien saya memesan gaya gambar yang seperti itu, jadi secara nggak langsung saya jadi terbiasa menggunakan style ini.




Saya amati style gambar kamu cederung berkarakter fun namun tetap mencerminkan gambar seram, apa alasannya?
Alasannya sih sederhana, saya suka hal-hal yang funny tapi  tetap terlihat menyeramkan. Saya ingin menggabungkan 2 hal tersebut ke dalam 1 bentuk desain. Walapun pada dasarnya tergantung dari mood saya dalam mendesain, dan kebanyakan yang keluar seperti itu.

Bicara soal artis favorit, siapa yang menjadi idola Dannie Frankenstein?
Idola saya Nicolo Nimor,itu yang bisa dikatakan paling banyak meng-influence gaya gambar desain saya. Kalau belum tahu silahkan di check, dia itu orang Filipina. Alasannya mengidolakannya karena gaya gambarnya cocok dengan aliran yang saya terapkan saat ini.


Dari sekian banyak obyek gambar ilustrasi, obyek apa yang jadi favoritmu?
Obyek favorit apa ya? hahaha
Bingung juga kalo harus ditanya obyek favorit saya apa. Favorit mungkin obyek-obyek karakter gitu, seperti kepala manusia dan binatang. Mungkin karena saya suka sekali dengan style sperti itu dan ya karena kemampuan saya cocoknya diobyek-obyek seperti itu.

Terkadang sebagai seorang Illustrator pasti pernah merasakan kejenuhan, apa yang kamu lakukan agar tetap kreatif?
Emmmm, pada dasarnya kan semua harus seimbang ya, biasanya saya kalau jenuh  biasa olah raga, keluar nongkrong sama temen, ya seperti itu. Cuma kalau kretif  menurut saya ya pesanan-pesanan dari klien yang belum pernah saya kerjakan itulah yang menurut saya cara sekaligus sebagai tantangan untuk kita belajar lebih luas lagi, dan lebih kreatif lagi.


Peralatan apa saja yang biasa kamu gunakan dalam berkarya? 
Untuk peralatannya sendiri saya biasanya menggunakan pensil, spidol kertas, scanner, ada ada juga pen tablet tapi jarang saya pakai. Sementara software-nya sendiri dominannya biasa pakai Corel Draw, walaupun terkadang sedikit menggunakan Photoshop juga. Karena pada dasarnya saya suka teknik vektor.

Siapa saja yang pernah menjadi klien Dannie Frankestein hingga saat ini?
Beberapa dari cloting lokal yang pernah menjadi klien saya seperti: Offensif Cloth (Tasik Malaya), Blackstar (Medan), Digger Industry (Jakarta), Retriever Cloth . (Jogja), Seven Clowns (Malang), Dots Rockwear (Malang), Moovee Cloth. (Malang),  Rockaway Cloth (Singaraja Bali), Ruby Soho (Singaraja Bali), Whathefuck (Jogja). Sementara untuk klien yang luar negeri seperti: Abstrax Clothing (Malaysia), Cloud City Apparel (Colombia), Set 4 Lyfe Apparel (Canada), Cuddle Clothing (Canada).

The Griz | sumber: www.facebook.com/errrmnstr

Dari sekian klien, manakah klien yang membuatmu berkesan?
Mungkin pada saat pengerjaan desain untuk Cloud City, Coloumbia. Mereka mencantumkan nama saya di situ, jadi kalau anda search nama saya di google saya ada dinomor urutan pertama dengan desain The Griz (beruang). :)


Sunday, May 6, 2012

Practice Makes Perfect: Felix LaFlamme

Felix LaFlamme | www.felixlaflamme.com


Sebelum melihat video tutorial Felix LaFlamme dalam membuat artwork-nya, ada baiknya jika kita mengenal profilnya terlebih dahulu.

Dipengaruhi oleh bakat ayahnya dalam menggambar, Felix LaFlamme memulai karirnya sebagai komikus sebuah kelompok rock. Pada tahun 2005, ia meninggalkan jadwalnya dan secara resmi memulai karirnya sebagai ilustrator profesional. Dalam kurun waktu 5 tahun, Felix duduk nyaman di panggung internasional dan muncul di "Kustom Graphic Books" bersama dengan lebih dari 40 Artis Top. Felix menggabungkan portofolionya dalam proyek-proyek menarik beberapa brand dan artis seperti Billabong, Element, Michael Jackson, The Ramones, Guns N 'Roses, Apocalyptica, Bullet For My Valentine dan masih banyak lagi.

Berikut beberapa artwork & video dari Felix LaFlamme, enjoy!




Three Skulls Drawing by Felix LaFlamme

part 1

 part 2
sumber: www.youtube.com/fxlaflamme

Sama halnya dengan para ilustrator handal lainnya, Felix LaFlamme banyak menggunakan tengkorak sebagai obyek gambarnya. Memang pada dasarnya obyek yang satu ini "nggak ada matinya". Dalam artian obyek tengkorak adalah obyek yang tidak akan termakan oleh zaman. Obyek ini akan senantiasa terus berkembang dan bermunculan, karena karakternya yang unik dan khas. Namun dibandingkan dengan ilustrator gambar seram lainnya, Felix LaFlamme memiliki ke-khasan pada pemilihan warna pada obyeknya, yaitu penggunaan warna yang cerah seperti biru muda/biru neon, ungu, kuning, dan beberapa warna cerah lainnya. Dari warna-warna itulah karya Felix LaFlamme menjadi mudah dikenali.

Tuesday, March 27, 2012

Illustrator Gambar Seram Asal Ibukota


Ridiculus Boy, sebuah nama yang unik untuk nama seorang illustrator spesialisasi gambar seram, yang memulai karirnya di dunia ilustrasi sejak tahun 2003. Berawal dari kegemarannya menggambar sejak sekolah dasar, lalu dia pun mulai merintis dan memantapkan diri sebagai seorang Freelance Graphic Designer & Ilustrator, yang tanpa disadari pernah mencicipi bangku kuliah di sebuah kampus D3 jurusan Desain Grafis. Illustrator yang juga hobi nonton film dan main video game ini lahir di Jakarta, 8 Juni 1988, dengan nama lengkap Muhammad Salman Rais. Dia memulai karirnya dengan tidak mudah karena pada saat itu ilustrasi gambar seram kurang diminati oleh masyarakat. Bagaimana perjalanan karirnya hingga sampai saat ini? Penasaran dengan illustrator gambar seram yang satu ini? Simak wawancara saya lebih lanjut dengan Ridiculus Boy pada rubrik “Artist” kali ini.


Silahkan perkenalkan dirimu kepada pembaca Dietees
Nama lengkap Muhammad Salman Rais, pekerjaan Freelance designer and illustrator. Sekarang saya berdomisili di Jakarta Selatan. Pendidikan terakhir D3 jurusan Desain Grafis. Sebenarnya saya memulai karir di dunia desain grafis sejak 2009, sedangkan 2003 adalah awal dimana saya menulis blog desain dengan nama Ridiculus Boy.
  
Bisa jelaskan kenapa memilih pekerjaan sebagai Freelance Designer dan Illustrator?
Awalnya saya tertarik sama desain itu dari SD, soalnya saya suka gambar. Ya, akhirnya minat sama ketertarikan itu terus sampai akhirnya kuliah ngambil jurusan desain grafis. Lalu alasan memilih freelance designer, awal mulanya karena lihat teman-teman saya yang kebanyakan jadi freelance designer, akhirnya saya pun tertarik juga untuk jadi freelance designer.


Bisa jelaskan style gambar pribadimu?
Ya, kalau dibilang punya style sendiri semua style mungkin udah dipunyain sama illustrator-ilustrator sebelum saya.  Jadi yang saya lakukan hanya mengkombinasikan saja, entah itu style-nya berbentuk apa yang jelas saya punya satu patokan mendesain, yaitu eye catching atau enak diliat.

Tapi yang saya lihat, gambar anda cenderung bernuansakan seram.
Adakah alasan tersendiri mengapa memilih gaya gambar seperti itu?
Mungkin karena itu berasal dari jenis musik yang saya sukai. Saya cenderung menyukai jenis musik yang keras, itulah mungkin yang membuat style gambar saya menjadi terlihat seram. Namun juga tidak bisa dipungkiri juga karena sering melihat artwork dari designer/illustrator favorit saya.

Bicara soal Illustrator favorit, siapa yang menjadi influence bagi Ridiculus Boy?
Wah ini dia, sebenarnya banyak. Namun jujur saya suka lebih suka sama karya-karya artis seperti Felix La Flamme, Brandon Heart, dan buat yang di Indonesia saya suka sama mas Bazzier Graphic (mas aku ngefans sama kamu) hahaha.


Dari sekian banyak obyek gambar ilustrasi, obyek apa yang jadi favoritmu?
Objek gambar yang paling saya suka adalah kepala tengkorak, alasannya karena objek kepala tengkorak menurut saya bersifat timeless alias gak bakal kemakan zaman.

Terkadang sebagai seorang Illustrator pasti pernah merasakan kejenuhan, apa yang kamu lakukan agar tetap kreatif?
Ya, benar sekali.
Kalau saya biasa menyiasatinya dengan cara menonton video tutorial menggambar para illustrator-illustrator handal, terkadang dapat membangkitkan keinginan kita untuk terus menggambar. Perbanyak referensi dengan cara melihat karya para illustrator lain juga dapat menambah kreatifitas kita dalam menggambar, tanpa harus menjiplaknya. Ada kalanya karena kebutuhan materi juga menjadi salah satu faktor yang tidak bisa dipungkiri untuk terus-menerus berkarya. :)

Peralatan apa saja yang biasa kamu gunakan dalam berkarya?
Dari peralatan ada 3 alat bantu utama saya dalam berkarya, yaitu mouse,pen tablet dan keyboard.
Sedangkan dari software tergantung kebutuhan, kalau mau full ilustrasi saya biasa pakai Photoshop CS3, tapi kalau mau campur garis lurus yang pasti/vektor saya pakai Corel Draw X3.

Siapa saja yang pernah menjadi klien Ridiculus Boy hingga saat ini?
Dari tahun 2009 itu ada perusahaan clothing lokal seperti Webe Distro, Loggue Clothing, Godiji Clothing. Sedangkan, perusahaan clothing luar ada, Epidemic Apparel dan Lollipops and Cigarettes. Lalu terakhir ada juga band luar negeri yang menggunakan jasa saya, seperti Bear Shark, With One Last Breath, Know Where You Stand, Cannon Ball Ride, Watch Out Stampede, dan masih banyak yang lain.

Wow! Beberapa kilenmu adalah perusahaan clothing luar. 
Bagaimana caramu bisa mendapatkan klien seperti mereka?
Sederhana saja, pada awal mulanya dari website Emptess dulu, yang sekarang sudah tutup. Saya memostingkan karya saya pada web itu. Dari situ mulai ada klien luar negeri yang tertarik dengan karya saya.

Bagimana pendapatmu tentang web yang menampilkan karya ilustrasi seperti itu?
Ya,  kalau pendapat saya sangat bagus. Itu bisa membuat saya banyak belajar, karena di web itu saya mendapat banyak masukan, entah itu kritikan atau saran dari orang lain. Jadi, memosting karya anda di web seperti itu sangatlah bagus, membuat anda lebih terasah itu pendapat saya.

Sebagian besar klienmu adalah perusahaan clothing. Apa yang membuatmu menyukai ilustrasi untuk sebuah t-shirt?
Tidak kebanyakan perusahaan clothing sebenarnya, justru kebanyakan merchandise kaos untuk band. Iya artwork saya lebih banyak dipakai sebagai design gambar pada kaos, sebenarnya mungkin karena minat saya juga terhadap desain-desain kaos. Saya sendiri penggemar desain-desain kaos dan cenderung suka pakai kaos dari pada setelan atas yang lain. Jadi, mungkin saya melakukan sesuatu yang timbul dari minat saya, itu pendapat saya.

Dari sekian klien, manakah klien yang membuatmu berkesan?
Kalau dari yang paling berkesan itu dari klien yang namanya WEBE clothing. Berkesan karena itu pertama kali artwork saya dihargai sama seseorang, rasanya senang sekali hahaha.

 Baby Born | sumber: www.ridiculusboy.blogspot.com

Dari semua karyamu, manakah yang menjadi favoritmu dan apa alasannya?
Hmm kalau yang favorit mungkin bingung juga, mungkin "Baby Born" untuk band  With One Last Breath. Alasannya simpel, suka aja ngeliatnya karena tidak  terlalu banyak ornamen seram tapi masih mencerminkan style gambar saya hehe.

Apa yang akan kamu lakukan dan kembangkan untuk gaya ilustrasimu 3 sampai 5 tahun kedepan?
Untuk tahun-tahun yang akan datang mungkin saya ingin mengasah teknik lain dalam ilustrasi, mungkin seperti digital painting atau pun teknik-teknik lainnya.

Bisa bagikan pengalaman ataupun pesan untuk pembaca Dietees, sebagai motivasi bagi mereka?
Iya ini juga yang dulu saya butuhkan beberapa tahun yang lalu, sebuah motivasi. Buat saya dulu itu janganlah pernah menyerah, teruslah gali potensi dalam diri dan tekankan pada diri kalian kalau "saya harus bisa lebih baik lagi…lagi...dan lagi, dan harus bisa baik dari yang dulu", mungkin itu dari segi motivasi. Sedangkan dari segi teknis, sering-seringlah melihat referensi artwork illustrator yang lain, seperti juga meliat video tutorialnya. Mungkin ini menjadi tips terpenting, yah kira-kira kalian harus punya wadah untuk menyimpan portfolio kalian, dalam hal ini saya membuat blog saya sendiri. Itu penting karena minimal membuat calon klien atau orang lain lebih mempercayai kapasitas anda. Selain itu jangan lupa untuk membangun jaringan sesama illustrator lokal yg lain ataupun mancanegara, karena itu bisa membuat anda termotivasi dan belajar dari mereka.

Berikut beberapa portofolio Ridiculus Boy yang dapat menjadi referensi kita dalam berkarya, cekidot! 



Friday, March 2, 2012

Sang Maestro Vector dari Texas

Steven Linn Dunn | www.setup85.com


WOW! Mungkin itu adalah salah satu kata yang kita pikirkan saat melihat karya dari artis vector kita yang satu ini. Bagaimana tidak? Detail ilustrasi vector yang ia hasilkan sangatlah bersih dan jelas, mulai dari teknik shadowing hingga proporsi tubuh karakternya. Sebelum membahas lebih lanjut tentang gaya ilustrasinya, ada baiknya kalau kita berkenalan dengan artis ini.

Berawal dari bangku sekolah menengah, Steven Dunn kecil sudah mulai tertarik pada dunia ilustrasi. Tak sedikit ia selalu mengunjungi toko-toko skateboard, dimana ia bisa menjumpai desain ilustrasi kesukaannya pada papan skate, t-shirt, dan beberapa majalah skate yang terpampang di toko tersebut. Hydro74, merupakan inspirasi utama Steven dalam mengembangkan karyanya, dengan gaya ilustrasi vector art ia mulai menghiasi industri desain kaos sampai saat ini.


Bernama lengkap Steven Linn Dunn, yang kini orang lebih mengenalnya dengan Steven Dunn adalah seorang desainer yang lebih sering membuat ilustrasi untuk t-shirt. Selain sebagai desainer ia juga bekerja di restoran milik ayahnya di New Braunfels, Texas. 

Sudah kita ketahui bahwa beberapa desain kaosnya memiliki gaya gambar ilustrasi vektor yang bersih dan detail. Namun yang membedakannya dengan artis vektor  lainnya adalah penggunaan warna pada desainnya. Steven cenderung menggunakan 2 warna dalam desain ilustrasinya. Pada awalnya ia membuat desain sama dengan artis-artis vektor detail pada umumnya. Namun seiring berjalannya waktu, ia melalui sebuah fase dimana gaya desainnya menjadi lebih sederhana. Dua warna itulah yang kini sering menghiasi karya dari Steven. Alasannya karena membuat desain gambar seperti itu sangatlah cepat pengerjaannya, selain itu karyanya pun menjadi lebih enak dipandang.


Kebanyakan karya dari Steven berkarakter tengkorak. Entah hanya kepala saja, seluruh badan, bahkan template pun selalu dihiasi oleh obyek ini. Menurutnya tengkorak adalah sesuatu yang keren, seperti kebanyakan karya artis favoritnya sampai saat ini yaitu Hydro74. Ia ingin mengembangkan obyek yang sama dengan gaya ilustrasi yang berbeda dan unik. Dimana kini tengkorak merupakan obyek wajib yang selalu menghiasi desain karya Steven. Akan tetapi belakangan ini ia juga mulai mengembangkan beberapa gaya baru dalam berkarya. Tujuannya agar ia tidak selalu terjebak dalam style yang sama untuk selamanya.

Oleh karena itu beberapa cara ia lakukan agar ia tetap kreatif, salah satunya dengan memperbanyak referensi baru seperti mengunjungi forum juga blog desain. Karena dengan melihat serta mengamati perkembangan desain artis lain, maka kita akan terpacu untuk senantiasa berkembang dan melakukan hal yang sama. Mematikan televisi dan menyisihkan sementara benda-benda favorit kita disaat bermalas-malasan sangat membantu untuk berkembang.

Kebanyakan klien Steven adalah perusahaan clothing. Inilah mengapa orang lebih mengenal Steven sebagai desainer kaos. Beberapa perusahaan clothing yang memakai jasa desain Steven antara lain Balance Kiteboards, 8-bit Zombie, Malus Clothing, dsb. Lalu apa yang membuat Steven menyukai ilustrasi untuk sebuah kaos? Karena menurutnya melihat seseorang memakai kaos yang menampilkan desain kita adalah hal yang dapat memicunya untuk membuat sebuah desain ilustrasi dengan media kaos.

Grow On, Grow Up, Grow Down | sumber: www.flickr.com/photos/setup85

Together Forever | sumber: www.flickr.com/photos/setup85

Dari sekian banyak desain yang telah ia buat, "Grow On, Grow Up, Grow Out" dan "Together Forever" merupakan desain ilustrasi favoritnya. Karena menurutnya saat membuat kedua ilustrasi ini, ia menemukan sebuah kenikmatan tersendiri dalam proses pembuatannya. Dapat kita lihat bahwa kedua desain tersebut memiliki sebuah kemiripan gaya ilustrasinya. Menurut Steven mungkin desain seperti inilah yang akan ia gunakan untuk desain ilustrasinya kedepan.

Untuk kedepannya pun Steven akan senantiasa mencoba mengembangkan style yang detail ini menjadi lebih sederhana. Salah satu pesan Steven untuk artis maupun desainer ilustrasi muda saat ini adalah teruslah kembangkan gaya ilustrasi dengan caramu sendiri. Walaupun pada awalnya akan terasa sulit, teruslah belajar dan berusaha maka kamu akan dapat menemukan gaya gambarmu dengan sendirinya. Berikut beberapa karya desain kaos Steven Linn yang dapat menjadi referensi kita. Check this out!

Malus Clothing| sumber: www.flickr.com/photos/setup85

Referensi: Babyboss Vol 03 Edisi 15 '2010 | Des 2010 - Feb 2011